Jumat, 24 Februari 2012

INDIKATOR MUTU PENDIDIKAN

Sekolah merupakan sebuah masyarakat kecil (mini society) yang menjadi wahana pengembangan siswa, bukan birokrasi yang sarat dengan beban-beban administrasi. Aktivitas di dalamnya adalah proses pelayaan jasa, bukan proses produksi barang. Siswa adalah pelanggan (customer) yang datang ke sekolah untuk mendapatkan pelayanan, bukan bahan mentah (raw input) yang akan dicetak menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan lain adalah tenaga profesional yang terus-menerus berinovasi untuk kemajuan sekolah, bukan birokrat yang sekadar patuh menjalankan petunjuk atasan mereka.
Mutu pendidikan atau mutu sekolah seringkali tertuju pada mutu lulusan, tetapi merupakan kemustahilan pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu, kalau tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Kata mutu seringkali jadi perdebatan mengenai apa sesungguhnya ”mutu” tersebut. Salah satu definisi bermutu secara etiomologis adalah (ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb); kualitas.
(kamusbahasaindonesia.org/mutu).
Untuk menentukan bahwa pendidikan bermutu atau tidak dapat terlihat dari indikator – indikator mutu pendidikan. Indikator mutu pendidikan menurut Sallis dapat terlihat dari dua sudut pandang yaitu sekolah sebagai pennyedia jasa pendidikan (service provider) dan siswa sebagai pengguna jasa (costumer) yang di dalamnya ada orang tua, masyarakat dan stakeholder.
Indikator mutu dari perspektif service provider adalah sekolah sebagai lembaga pendidikan harus memenuhi indikator produk yang bermutu dilihat dari output lembaga pendidikan tersebut. Indikator itu adalah :
1) Sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan atau conformance to specification;
2) Sesuai dengan penggunaan atau tujuan atau fitness for purpose or use;
3) Produk tanpa cacat atau zero defect;
4) Sekali benar dan seterusnya atau right first, every time.
Dalam konteks pendidikan nasional maka keempat indikator mutu tersebut diatur dalam Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, yaitu : Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar Pendidik Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Penilaian Pendidikan
Indikator mutu dari perspektif costumer adalah
1) Kepuasan pelanggan atau costumer statisfaction. Bila produk dan jasa dapat melebihi harapan pelanggan atau exceeding costumer expectation;
2) Setia kepada pelanggan atau delighting the costumer
Sesuai dengan konsep bahwa pendidikan adalah layanan jasa maka indikator kepuasan pengguna dapat terlihat dari : Tangibles (Penampilan), Reliability (respons), Responsiveness (handal), Assurances (keyakinan), Empathy (empati).
Apakah pendidikan yang ada sekarang telah memenuhi indikator mutu tersebut ?. Kalau sudah maka pendidikan bisa disebut bermutu tapi kalau belum maka pendidikan juga belum bermutu.

Sumber bacaan :
Engkoswara dan Aan Komariah. 2011. Administrasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sallis, Edward. 2008. Total Quality Management in Education. Jogjakarta : IRCiSoD
www.kamusbahasaindonesia.org/mutu

Written  Arief Rakhmat ; Guru SDN 2 Tambaksari

Kamis, 23 Februari 2012

SUNGAI

Seperti diketahui sebelumnya Cijolang Mania adalah sebagai salah satu pemerhati lingkungan. Kami mencoba untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan walaupun mungkin kontribusi kami sangatlah kecil, mungkin dengan semua keterbatasan pengetahuan, tapi seiring berjalannya waktu mudah-mudahan Cijolang Mania Blog bisa menjadi salah satu media yang lebih baik.
Pada kesempatan ini CijolangMania mencoba untuk memaparkan tentang pengertian seputar sungai, dimana ini sangat berkaitan erat dengan blog kami yang notabennya adalah nama sebuah sungai yaitu Sungai Cijolang.
Sungai merupakan aliran air tawar di permukaan bumi dengan alur yang berbentuk alami yang berawal dari sumber air hulu dan berakhir di muara yaitu danau atau laut. Sungai juga terbentuk secara alami dan sudah ada sejak jutaan bahkan sebelum manusia ada.
Bentuk dari muka bumi yang tidak sama mengakibatkan banyak aliran yang berasal dari air yang mengalir, dan sungai merupakan aliran air dipermukaan bumi dengan alur yang terbentuk secara alami.
Di bumi kita banyak sekali sungai mulai dari sungai-sungai kecil hingga sungai-sungai besar. Hasil penelitian ilmuwan sampai saat ini, sungai terpanjang di dunia adalah Sungai Nill di Mesir dan sungai terbesar di dunia adalah Sungai Amazone di Brazil.
Di Indonesia tepatnya di negara yang kita tinggali saat ini banyak sekali sungai, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar alamya adalah perairan yaitu laut, danau dan sungai. Ada beberapa sungai besar di Indonesia diantaranya, Sungai Kapuas, Sungai Mahakam bengawan Solo dan masih banyak sungai lainnya.
Jenis dan fungsi dari sungai itu pun sangai beragam, pada intinya sungai merupakan sumber daya alam yang perlu dilestarikan dan dijaga, karena sungai adalah aset berharga bagi kehidupan di bumi diman kita tinggal.

Kontributor ; Fitria & Teti

Senin, 13 Februari 2012

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Awal (UKA) Sertifikasi Guru 2012

Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru 2012

Kabar terkini bagi para pendidik, khususnya bapak dan ibu guru di Lingkungan Departemen Pendidikan Kebudayaan.  Berikut ini adalah informasi bagi calon peserta setifikasi guru tahun 2012. 
Daftar yang ditampilkan berisi lengkap calon peserta sertifikasi sesuai hasil penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2012 oleh Diknas Kabupaten/Kota dan LPMP. Untuk melihat Daftar dan Kisi-Kisi Uji Kompetensi Guru Awal (UKA) Sertifikasi Guru 2012, silahkan kunjungi sergur.kemdiknas.go.id.

Nilem Mangut (Osteochilus Hasseltii)

Jika dalam kehidupan sehari-hari kita pasti akan mengenal status sosial, dan itu wajar karena secara filosofi manusia memang makhluk sosial dan tidak lepas dari norma-norma yang berlaku di lingkungan sosialnya sendiri. Bagaimana kehidupan di sungai? Lebih tepatnya bagaiman kehidupan sehari-hari pada ekosistem sungai? Kita tidak tahu apakah kehidupan sungai juga terdapat tingkat sosial, yang pasti tidak ada status sosial pada ekosistem sungai.
Tapi siapa sangka Ikan Nilem Mangut adalah pemilik kasta sosial tertinggi pada ekosistem sungai, khususnya di Sungai Cijolang, "Nilem Mangut adalah menaknya Cijolang!" tutur para mancinger sambil tersenyum kecil ketika saya mengobrol di sela-sela mancing di sebuah leuwi yang dinamai Leuwi Karajaan, Sukamandi Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Ciamis. Itu adalah salah satu riset yang akan saya bahas pada Cijolang Mania kali ini.
Nilem Mangut adalah sejenis ikan nilem yang hidup pada arus deras di Sungai Cijolang. Sama seperti ikan-ikan lainnya seperti Balar, Nilem Mangut juga agresif dalam pergerakannya itu dikarenakan kondisi arus sungai yang deras. Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii) adalah    ikan mangut mempunyai banyak kelebihan dari ikan nilem biasa (kolam) walaupun bentuknya hampir sama, ikan ini bisa mencapai ukuran berat maksimal dewasa 1,5 kg, panjang 25 cm. Ikan Ikan ini bersifat herbivora yaitu pemakan lumut pada batu-batu di sepanjang aliran sungai, maka dari itu mulutnya tidak bergigi melainkan mulutnya ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai yang berupa otot elastis dan berguna untuk menghisap benda/makanan/lumut. Selain itu Nilem Mangut pada saat ini sangat populer untuk dijadikan sebagai terapi yaitu terapi ikan. Tentu saja ikan-ikan yang digunakan pun adalah ikan-ikan yang masih berukuran kecil.

Rabu, 01 Februari 2012

BALAR (IKAN LALAWAK)

Balar adalah salah satu jenis ikan yang hidup di Sungai Cijolang, yang aliran sungainya berarus deras dan landai. Di beberapa tempat masyarakat menyebutnya dengan nama Lalawak. Ada juga yang menyebut dengan istilah Ceceperan. Jenis ikan ini mirip dengan ikan Tawes yang biasa dibudidayakan di kolam. Tapi yang menjadi pembedanya yaitu dari warna ujung siripnya. Tawes berwarna hitam sedangkan Balar berwarna kemerah-merahan atau ada juga yang berwarna kekuning-kuningan. Ukuran berat maksimal dewasa bisa mencapai 1 kg, panjang 25 cm. 
Karakteristik dari Balar juga sama dengan ikan-ikan arus deras lainya, yaitu agresif dalam pergerakannya itu dikarenakan kondisi arus sungai yang deras. Tetapi ada satu ciri khas dari Balar dan perlu diketahui oleh para mancingers, agresivitas balar akan sangat terasa ketika nyangkut (nyorang) di kail. Dia (Balar) akan membawa lari pancing kita, apalagi jika Balar ukuran dewasa, sungguh sangat mengasyikan  untuk strike Balar. Seperti diketahui pula oleh para mancingers, umpan pancing untuk Balar pun sangatlah mudah, kita bisa menggunakan umpan yang biasa digunakan untuk memancing ikan Tawes di kolam yaitu bungkil. Udang dan cacing pun Balar sangat suka apalagi jika dalam kondisi air keruh sehabis hujan.
Walaupun Balar bersifat agresif, tetapi daya tahannya sebagai ikan sungai sangatlah lemah jika dibandingkan dengan ikan-ikan sungai lainnya, itu dikarenakan balar adalah salah satu dari keluarga ikan Tawes (Barbodes sp).