Tampilkan postingan dengan label Cijolang Lubuk (leuwi). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cijolang Lubuk (leuwi). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juni 2014

Leuwi Halang

Berikut adalah salah satu lagi leuwi atau lubuk dari Sungai Cijolang, Leuwi Halang namanya. Struktur Leuwi Halang yang memanjang memungkinkan leuwi tersebut tidak memiliki kedalaman yang seberapa, jadi hanya dibeberapa spot saja. Dari beberapa informasi yang kami dapatkan dari berbagai narasumber diantaranya para tukang jaring ikan, spot terdalam dari Leuwi Halang hanya berkisar 3 s.d 5 meter. Untuk spot mancing paling favorit terdapat di hulu lubuk sebab pada spot ini kondisi air deras dan dalam memungkinkan ikan cijolang "betah" berada pada spot ini. Tapi tidak menutup kemungkinan pada spot-spot yang lainnya di lubuk bagian hilir juga banyak ikan yang tersebar menhingat struktur lubuknya yang memanjang. 
Berikut adalah beberapa penampakan dan spot mancing di Leuwi/Lubuk Halang Sungai Cijolang.


Sabtu, 24 Agustus 2013

Lubuk (Leuwi Kudumung)

Berikut adalah beberapa foto dari Leuwi Kudumung Sukamandi-Bolang Desa Kadupandak Sungai Cijolang, beberapa foto akan terus diupdate pada kesempatan yang akan datang :)

Leuwi Kudumung, Ontong Handap Sungai Cijolang bagian belakang

Leuwi Kudumung, Ontong Handap Sungai Cijolang bagian depan

Leuwi Kudumung, Ontong Handap Sungai Cijolang bagian belakang pada saat kemarau

Kamis, 01 Agustus 2013

Lubuk (leuwi) Cibeureum/Beureum Sukamandi

Lubuk (leuwi) Cibeureum atau biasa disebut Leuwi Beureum adalah nama sebuah lubuk(leuwi) di Sungai Cijolang, yang terletak di Dusun Sukamandi Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Terdapat Jembatan Kabupaten Ciamis. Dinamakan Leuwi Beureum dikarenakan lubuk/leuwi tersebut airnya sering berwarna merah (dalam bahasa sunda beureum berarti merah) walaupun sebenarnya warna tersebut bukan merah tetapi karena airnya keruh. Air keruh tersebut berasal dari salah satu sungai kecil yang bernama Sungai Cibeureum yang bermuara ke Sungai Cijolang. Keruhnya Sungai Cibeureum tersebut dikarenakan di hulu sungai banyaknya aktivitas para penduduk khususnya petani yang mengalirkan air dari sawah ataupun dari kolam yang penuh lumpur, jadilah Sungai Cibeureum berwarna keruh atau kemerahan, yang kebetulan struktur tanah di daerah tersebut berwarna merah. Berikut adalah foto-foto dari Leuwi Bungsu.

Leuwi Cibeureum Sungai Cijolang Sukamandi
Leuwi Cibeureum Sungai Cijolang Sukamandi
Leuwi Cibeureum Sungai Cijolang Sukamandi tampak dari kejauhan

Leuwi Cibeureum Sungai Cijolang Sukamandi ketika datang caah (banjir)

Leuwi Cibeureum Sungai Cijolang Sukamandi, aktivitas nelayan atau sero cijolang :D

Minggu, 28 Juli 2013

Lubuk (leuwi) Bungsu

Lubuk (leuwi) Bungsu adalah nama sebuah lubuk(leuwi) di Sungai Cijolang. Terdapat Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan di Leuwi bungsu, yang disebut dengan Jembatan Gantung Bungsu. Berikut adalah foto-foto dari Leuwi Bungsu.

Leuwi Bungsu Sungai Cijolang Bagian Depan


Leuwi Bungsu Sungai Cijolang BagianTengah (Batu Tumpang)
Leuwi Bungsu Sungai Cijolang Bagian Belakang

Jembatan Gantung Bungsu (Sasak Bungsu) Sungai Cijolang

Kamis, 13 Desember 2012

Video Mancing Sungai Cijolang

Sekedar share aja bos video mancing Sungai Cijolang he he ... cekidot aja ...


Rabu, 26 September 2012

Lubuk Larangan, Modal Sosial Masyarakat Mandailing I mandailing.org

BAGI masyarakat Mandailing di Sumatera Utara, sungai adalah berkah alam sebagai modal untuk kepentingan sosial. Hal itu pulalah yang mendorong warga berlomba-lomba membuat lubuk larangan, hingga kini.
Setelah melalui kesepakatan bersama, sebagian aliran sungai yang melintasi di desa kemudian ditetapkan sebagai wilayah yang terlarang untuk diambil hasil ikannya selama jangka waktu tertentu. Biasanya 6-12 bulan. Setelah panen, panitia kemudian membuka lubuk larangan untuk umum dan hasil pengelolaannya digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan desa, menyantuni anak-anak yatim, dan mendanai berbagai kegiatan sosial yang lain.
Sistem pengelolaan lubuk larangan ini bisa kita temui di desa-desa yang dilalui aliran Sungai Batang Gadis, mulai dari bagian hulu di kawasan Pakantan, ke arah hilir hingga ke daerah Panyabungan; dan juga di sepanjang Sungai Batang Natal dan beberapa anak sungai di Kecamatan Batang Natal. Bahkan, sistem ini kini telah berkembang luas di seluruh Mandailing Natal, dan sebagian Tapanuli Selatan.


LUDDIN Hasibuan (43), Ketua Pengurus Lubuk Larangan Desa Aek Ngali, mengatakan, untuk membuat lubuk larangan harus dimulai dengan musyawarah desa untuk menentukan batas-batas lubuk larangan. Tanpa kesepakatan bersama, lubuk larangan tidak bisa dibuat. Kemudian warga iuran sebagai modal mendatangkan "orang pintar" (dukun) dan untuk membeli bibit ikan.
Setelah sang dukun membaca doa-doa, kemudian diumumkan kepada masyarakat desa dan desa-desa tetangga bahwa sungai itu telah menjadi lubuk larangan. "Biasanya tak ada yang berani menangkap ikan di lubuk larangan," katanya.
Bagi yang melanggar akan didenda Rp 500.000 per orang. Sanksi lain yang lebih ditakuti warga yaitu hukuman moral dan kutukan. "Masyarakat sini masih percaya, orang yang berani mengambil ikan di lubuk larangan akan sakit, dan bisa mati jika tidak diobati dukun yang telah menjaga lubuk larangan tersebut," kata Luddin.
Secara tak langsung, pengelola lubuk larangan juga mengandung nilai-nilai konservasi, bisa menjaga kualitas air sungai karena warga desa akan menjaga sungai tidak tercemar agar panen ikan bisa melimpah. Sistem lubuk larangan adalah satu bukti sistem tradisional yang mampu menjaga alam secara lestari.
Sumber artikel :  http://www.mandailing.org/ind/lingkungan01.html
Sumber foto    :  http://article.wn.com

Senin, 17 September 2012

Bendungan Matenggeng, Membendung Sungai Cijolang?


Kabar Pembangunan Bendungan/Waduk Matenggeng atau membendung Sungai Cijolang ternyata bukan kabar burung semata, dari beberapa sumber yang Cijolang Mania temui dan dapatkan, bahwa rencana pembangunan tersebut akan terlaksana dalam waktu dekat. Hal itu terbukti dengan tercantumnya Proyek Pembangunan Bendungan/ Waduk Matenggeng pada Lampiran MASTERPLAN, PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 2011-2025 – Republik Indonesia, Daftar Investasi Infrastruktur yang Teridentifikasi di Koridor Jawa, halaman 200. 

Pada MASTERPLAN disebutkan bahwa nama proyek tersebut adalah Pembangunan Matenggeng PS 443 MW, dengan Nilai Investasi Proyek RP. 2.876.000.000,-  Periode mulai tahun 2013 dan periode selesai tahun 2018, untuk  lokasi Provinsi Jawa Tengah.

Sumber kedua kami dapatkan dari website resmi Kecamatan Dayeuhluhur, yang merupakan salah satu kecamatan yang sebagian wilayahnya akan tergenang oleh Waduk/Bendungan Matenggeng. Berikut adalah kutipan berita yang kami dapatkan dari http://kec-dayeuhluhur.com :
 
PERTEMUAN KONSULTASI MASYARAKAT (PKM) PRA STUDI KELAYAKAN BENDUNGAN MATENGGENG
 
“Beberapa perwakilan masyarakat dan pejabat pemerintahan hadir di pendopo Kecamatan Dayeuhluhur. Beberapa pejabat yang hadir diantaranya Plh. Camat Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, Camat Cilebak Kabupaten Kuningan, Sekretaris Kecamatan Rancah, Sekretaris Kecamatan Tambaksari, pejabat dari SATKER Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Kepala desa, ketua BPD dan tokoh masyarakat dari desa-desa yang direncanakan wilayahnya akan tergenang serta konsultan dari PT. Jasapatria Gunatama Bandung. Kegiatan berlangsung dari pukul 13.00 sampai dengan 15.30 Wib. Pihak Balai besar wilayah Sungai Citanduy mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu kegiatan dalam rangka menampung aspirasi dari perwakilan masyarakat berkaitan dengan adanya rencana pembangunan bendungan (waduk) Matenggeng. Berdasarkan penjelasan dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, survey terhadap rencana pembangunan bendungan matenggeng pernah dilaksanakan 2 kali yaitu pada tahun 1969 dan pada tahun 1989 oleh konsultan dari Amerika. Selanjutnya dijelaskan bahwa pembangunan Bendungan Matenggeng yang luas genangannya mencapai 1970,59 hektar dengan ketinggian air atau kontur elevasi mencapai 200 meter akan menggenangi sebagian desa di 4 kecamatan. Beberapa desa yang sebagian wilayahnya akan tergenang adalah untuk Kecamatan Dayeuhluhur meliputi Desa Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Kutaagung, Datar, Cijeruk dan Desa Bingkeng. Masih menurut pihak Balai Besar bahwa tujuan utama pembangunan Bendungan Matenggeng adalah dalam rangka pengendalian banjir. 

Peta aliran Sungai Cijolang, rencana Bendungan Matenggeng

Adapun kegiatan lain dari adanya pembangunan bendungan tersebut adalah :

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diperkirakan akan menghasilkan 20 – 30 Mega Watt.

2. Pengairan irigasi untuk menambah volume air yang diperkirakan dapat mengairi 16.000 Hektar.

3. Untuk mencukupi kebutuhan air baku

4. Sebagai tempat wisata.

Namun demikian dijelaskan lebih lanjut bahwa proses perjalanan pembangunan Bendungan Matengeng masih panjang karena masih harus melalui tahapan kegiatan diantaranya survey langsung ke masyarakat, kegiatan LARAP dan kegiatan AMDAL. Sebagian besar peserta yang hadir menyatakan setuju terhadap rencana pembangunan bendungan tersebut namun harus betul-betul dikaji secara komprehensip baik dampak positif maupun dampak negative dari pembangunan waduk tersebut. Disamping itu dengan adanya pembangunan waduk yang akan merelokasi banyak kepala keluarga juga harus dicarikan solusi yang paling baik supaya tidak menyengsarakan masyarakat.”

 
Dan sumber yang terakhir kami dapatkan dari Informasi Proyek BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI CITANDUY, berikut adalah rinciannya :
Jumlah Satuan Kerja dan Alokasi Dana Tahun 2013
Satminkal : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air


Nama Satuan Kerja : BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI CITANDUY

Nama Pimpinan : SYAHRIAL AHMAD, ST. MSc.


Nama PPK : PPK PERENCANAAN DAN PROGRAM

PPK : DARSU, ST.

Alamat : Jln. Prof. DR. Ir. H. Sutami No. 1 Tlp./fax (0265) 741302 Banjar Jawa Barat 46300 Email bbw
Lokasi : Kota Banjar-Jawa Barat


 


Komponen
:
PERENCANAAN TEKNIK


Sub Komponen/Paket
:
DETAIL DESAIN BENDUNGAN MATENGGENG DI SUNGAI CIJOLANG (TAHAP 1)


Lokasi
:
Sub Das Sungai Cijolang


Rupiah Murni
:
1,200,000,000


Pinjaman Luar Negeri
:
0


Tujuan
:
melanjutkan pekerjaan Pra Study Kelayakan Bendungan Matenggeng di Kabupaten Cilacap guna mendapatkan Detail Desain atau perencanaan yang lengkap, sehingga didapatkan harga konstruksi yang sesuai dengan aspek teknis, sosial ekonomi dan berwawasan lingkungan


Lingkup
:
Mengkaji kembali lokasi as bendungan, tipe, serta tata letak bendungan dan bangunan fasilitas lainnya


Manfaat
:
untuk Pengembangan Irigasi (Intensifikasi Extensifikasi) seluas 16.000 Ha, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 24.50 MW, Flood Control (pengendalian banjir), Penyediaan Air Baku untuk Air Bersih, Perikanan, Pariwisata.konsevasi dan lain sebagainya


Lama Pelaksanaan
:
210


Jadwal Lelang



a.
Tgl Pengumuman
: 9 Desember 2011


b.
Tgl Prakualifikasi
: 12 Desember 2011


c.
Tgl Undangan Aanwizing
: 14 Desember 2011


d.
Tgl Penjelasan Aanwizing
: 15 Desember 2011


e.
Tgl Penawaran
: 16 Desember 2011


f.
Tgl Pengumuman Pemenang
: 1 Maret 2012


g.
Tgl Penunjukkan Pemenang
: 19 Maret 2012


 
Baiklah Sahabat Cijolang Mania, kita semua masih menunggu tindak lanjut dari proyek tersebut, kita berharap apabila  pembangunan tersebut terwujud, semoga proyek tersebut dibangun dengan maksud dan tujuan pembangunan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Amiin ...